WHAT WE'RE GONNA TALK

Just like in a cafe, we talk about everything. Nothing heavy. Just talk over a cup of coffee.


Saturday, June 18, 2011

AKU MELIHAT TUHAN TERSENYUM

Aku dan Tuhan berdiri mengamati pertandingan baseball dari pinggir lapangan.

Yang bertanding adalah Tim Tuhan melawan Tim Iblis. Score sangat ketat 0-0 dan ini adalah putaran terakhir. Penonton di dalam stadion terbagi menjadi dua kelompok. Disatu sisi stadion duduk semua penghuni sorga dan disisi yang lain semua penghuni neraka menduduki tempat duduk stadion.


Aku memperhatikan seorang pemukul bola bernama Kasih yang berjalan dengan tenang memasuki ke lapangan. Kasih memukul bola yang dilempar kearahnya dan berhasil mencetak score single karena Kasih tak pernah gagal.

Tepuk tangan riuh terdengar dari sisi penghuni sorga.

Pemukul selanjutnya memasuki lapangan, dia bernama Iman. Dan Iman juga berhasil mencetak score karena Iman selalu bersama-sama dengan Kasih.

Riuh rendah sambutan dari penonton pendukung Tim Tuhan.

Lalu masuk seorang pemukul lainnya dari Tim Tuhan yang bernama Bijak. Seorang dari Tim Iblis melakukan lemparan pertama dan Bijak hanya membiarkannya. Tiga kali lemparan yang dilempar oleh pemain dari Tim Iblis dan Bijak hanya melangkah pergi karena Bijak tidak pernah mengambil apapun yang Iblis lemparkan.

Penghuni neraka berteriak riuh rendah atas apa yang terjadi di lapangan. Sementara dari arah stadion dimana penghuni sorga duduk, semuanya bungkam.

Lalu Tuhan melihat ke arahku dan berkata bahwa Ia akan mengeluarkan pemain andalanNya.

Aku jadi berpikir siapakah pemain andalan yang Tuhan maksudkan. Sedangkan tadi Bijak hanya membiarkan bola lepas begitu saja.

Lalu masuklah ke tengah lapangan, seorang pemain dari Tim Tuhan. Yang berjalan dengan tenang dan tanpa ada keraguan diwajahnya.

Semua penonton membisu di stadion.

Tuhan berbisik kearah ku, "Dia bernama Karunia".

Aku mengangguk dan masih berpikir kehebatan apa kiranya yang akan dia lakukan. Mengingat apa yang Bijak lakukan tadi, ada sedikit keraguan dalam hati atas kemampuan Karunia.

Tim Iblis sangat santai begitu mereka melihat Karunia. Bahkan tidak terlihat kekuatiran di wajah semua pemain Tim Iblis. Mereka begitu yakin akan memenangi putaran terakhir ini. Bahkan senyum tipis tergambar di bibir semua pemain Tim Iblis ketika melihat Karunia memungut bat pemukul.

Hatiku jadi bertambah kuatir dan jantungku berdebar lebih keras lagi.

Berpikir bahwa hampir dipastikan mereka akan memenangkan pertandingan, pemain dari Tim Iblis pun melempar bola dengan sekuat tenaga.

Bola melesat dengan kencang bagai ditembakkan dan terbang melesat ke arah Karunia. Bahkan rumput bagai terbelah menjadi dua ketika bola terbang melintas di atasnya.

Suara gumaman kagum atas lemparan bola dari Tim Iblis terdengar di stadion, baik dari pendukung Tim Tuhan maupun dari Tim Iblis.

Mata ku terbelalak dan menahan nafas.

Karunia berdiri dengan posisi siap memukul bola yang datang. Matanya tajam memandang ke arah bola yang terbang bagai ditembakkan ke arah nya.

Pemain dari Tim Iblis yang melempar bola tersenyum dengan sinis ke arah Karunia.

Aku melihat bola terbang semakin dekat ke arah Karunia. Dan ketika bola sudah mencapai jarak untuk dipukul, Karunia menggerakkan bat pemukul untuk mulai memukul bola.

Dengan mendadak semua adegan bagai bergerak dengan gerak lambat di mata ku.

Aku melihat wajah karunia yang penuh dengan keyakinan dan bagaimana bat pemukul diayunkan ke arah bola yang mendekati dia. Dan ketika bat pemukul bertemu dengan bola. Seakan-akan aku melihat percikan api yang muncrat keluar dari titik pertemuan antara bat dan bola.

Bola yang terkena pukulan bat bergerak terbang kearah yang berlawanan, ke arah Tim Iblis.

Pukulan yang dilepas oleh Karunia demikian keras sehingga bola terbang bagaikan didorong oleh puluhan angin topan. Aku bahkan melihat ekor api yang keluar dari bola yang sedang terbang. Dilapangan aku melihat bagai ada angin keras yang menerpa wajah para pemain Tim Iblis. Beberapa topi yang dikenakan oleh pemain Tim Iblis terbang terkena tiupan angin.

Tetapi pemain dari Tim Iblis tidak khawatir. Wajah mereka tetap memperlihatkan keyakinan bahwa mereka pasti akan memenangi putaran terakhir ini.  Pemain tengah mereka yang tidak pernah gagal menangkap bola, bergerak mengejar bola.

Bola yang terbang agak lebih tinggi dari pemain tengah itu, membuat dia bereaksi dengan melompat untuk menangkap bola. Dan ketika aku melihat pemain tengah dari Tim Iblis itu meloncat, mataku bagai melihat sepasang sayap yang muncul di punggung pemain tengah dari Tim Iblis. Pemain itu melesat keatas dan posisi dia berada di depan bola yang sedang terbang. Tangannya menggapai kedepan untuk menangkap bola yang datang ke arah wajahnya.

Tapi bola yang terbang bagai disertai puluhan angin topan menghujam tajam ke depan. Kedua tangan pemain tengah tadi menangkup untuk menangkap bola. Ternyata bola lolos dari tangkapan tangannya. Dan bola terbang langsung menghantam wajahnya.

Dengan mata yang terbelalak, aku melihat bagaimana pemain tengan dari Tim Iblis itu bagai dipukul jatuh dari udara dan menghunjam jatuh di atas lapangan. Bahkan demikian kerasnya hingga permukaan lapangan menjadi rusak karena tertimpa pemain itu. Dia jatuh bagai halilintar menghantam permukaan bumi.

Seketika itu aku mendengar sorak kemenangan terdengar di stadion, tentunya dari arah pendukung Tinm Tuhan. Dan apa yang terjadi berikutnya di lapangan kembali aku melihatnya dengan gerakan normal, yang mana tadinya semua bergerak dengan gerak lambat.

Dan aku melihat Karunia, Kasih, Iman dan Bijak terus berlari sampai home run. Dan Tim Tuhan menang.

Sorak riuh rendah terdengar dengan meriah dari arah penghuni sorga. Terompet yang ditiup sahut menyahut. Sedangkan dari arah penghuni neraka, mereka semua terdiam lesu. Bahkan aku melihat di lapangan pemain dari Tim Iblis yang berdiri mematung bagai tidak percaya dengan apa yang mereka lihat barusan.

Aku masih terpukau dengan apa yang barusan aku lihat ketika Tuhan menoleh ke arahku dan bertanya, "Tahukah engkau mengapa Kasih, Iman dan Bijak tidak bisa home run tanpa Karunia?".

Sejenak aku tertegun mendengar pertanyaan ini. Dan kemudian aku menjawab kalau aku tidak tahu.

Kemudian Tuhan menjelaskan: "Kalau kasihmu, imanmu dan kebijaksanaanmu yang memenangkan pertandingan, engkau akan berpikir bahwa engkaulah yang melakukan semuanya. Kasih, Iman dan Kebijaksanaan akan mengantarmu mencapai semua hal-hal yang baik, tapi hanyalah KaruniaKu yang akan membawamu ke dalam kemenangan, sampai di rumah Bapa dengan selamat. Karena KaruniaKu adalah satu-satunya yang tidak dapat dicuri Iblis."

Aku mengangguk mengerti.

Stadion masih bersuasana meriah. Aku melihat Tuhan menoleh ke arah lapangan lagi. Dan aku melihat sebuah senyuman yang terkembang di bibir Tuhan.

Aku melihat Tuhan tersenyum.

----------------
Kisah ini saya tulis ulang dan saya dramatisir dari kisah aslinya yang saya terima dari adik saya, Andreas Hartanto, yang dikirimkan lewat Blackberry kemarin malam.


Ini adalah versi aslinya:

Aku dan Tuhan berdiri mengamati pertandingan baseball. Tim Tuhan melawan tim iblis. Score sangat ketat 0-0 dan ini adalah putaran terakhir.

Kami memperhatikan seorg pemukul bernama Kasih masuk ke lapangan. Kasih mulai memukul dan berhasil mencetak score single karena Kasih tak pernah gagal.

Pemukul selanjutnya bernama Iman, yang juga berhasil mencetak score karena Iman selalu bersama2 dengan Kasih.

Lalu masuk seorang pemukul bernama Bijak. Iblis melakukan lemparan pertama dan Bijak hanya membiarkannya. Tiga kali lemparan dan Bijak hanya melangkah pergi karena Bijak tidak pernah mengambil apapun yg Iblis lemparkan.

Lalu Tuhan melihat ke arahku dan berkata bahwa Ia akan mengeluarkan pemain andalanNya.

Lalu datanglah Karunia.

Aku berkata: sepertinya ia tdk terlalu hebat...
Tim Iblis sgt santai begitu mereka melihat Karunia. Berpikir bahwa mereka hampir memenangkan pertandingan, Iblis pun melempar bola dgn sekuat tenaga.
Dan sangat mengejutkan semua org, Karunia memukul bola kencang sekali melebihi pemain2 sebelumnya.

Tp Iblis tidak khawatir..pemain tengah mereka jarang gagal menangkap bola. Iblis berlari mengejar bola, tp bola malah lepas dr tangan, menghantam kepalanya dan iblis pun jatuh tersungkur ke tanah.

Karunia bersama Kasih, Iman dan Bijak terus berlari sampai home run. Tim Tuhan menangggg!!

Lalu Tuhan bertanya kepadaku mengapa Kasih, Iman dan Bijak tidak bisa home run tanpa Karunia? Aku menjawab tidak tahu.

Tuhan menjelaskan: "Kalau kasihmu, imanmu dan kebijaksanaanmu yang memenangkan pertandingan, engkau akan berpikir bahwa engkaulah yang melakukan semuanya. Kasih, Iman dan Kebijaksanaan akan mengantarmu mencapai semua hal2 yg baik, tp hanyalah KaruniaKu sajalah yg akan membawamu ke dalam kemenangan, sampai di rumah Bapa dengan selamat.
KaruniaKu adalah satu2nya yang tidak dapat dicuri Iblis..


---------------------
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/5/59/Baseball_diamond_marines.jpg/400px-Baseball_diamond_marines.jpg
http://davissportsdeli.com/podcasts/wp-content/uploads/2011/05/baseball.jpg
http://blog.joshuaberman.net/wp-content/uploads/2008/02/baseball.jpg
http://www.baseballsblackheritage.com/wp-content/uploads/2011/05/Baseball-Field1.jpg

No comments:

Post a Comment